jemin yang sakit – jaemjen


jeno menyiratkan tatapan sendu dengan air mata menggenang siap menetes, yang ditatap hanya memejamkan mata lembut dan membuka lagi untuk kemudian tersenyum tipis memberi sinyal “aku okay..”

namun bukannya berkurang rasa khawatir, wajah yang sudah gelap itu pun semakin suram dengan bibir yang melengkung ke bawah.

jaemin sakit. jeno ingin menangis.

sekitar dua puluh menit lalu jaemin mengirim pesan singkat yang mampu menggerakan badan jeno tegak untuk segera menyelesaikan rutinitas pacaran-bersama-kasur-seharian nya.

pesan yang berisi satu baris kalimat,

“ayang, aku kayaknya mau sakit.”

membuat jeno ketar-ketir, mematikan laptop yang sedang menayangkan serial favoritnya untuk segera bergegas menjadi pacar siaga. sebab jeno tidak ingin jaemin sendirian ketika kondisi tubuhnya sedang drop, jeno khawatir jaemin kesepian karena jaemin adalah perantau yang sedang berjuang hidup mandiri jauh dari orang tua pun keluarga.

sehingga di sinilah jeno, di atas kasur jaemin saling berbagi selimut dan pelukan hangatㅡjeno memeluk jaemin erat menghantarkan kehangatan. jeno berharap jika dalam kungkungannya, tidur jaemin akan lebih nyaman malam ini.

namun ketika jaemin berusaha tidur dengan memejamkan mata, laki-laki itu merasa terus diperhatikan oleh kekasih manisnya. maka dari itu dengan jarak wajah yang hanya beberapa sentimeter, jaemin memberi tanda bahwa dirinya baik-baik saja.

“aku yang sakit, kok kamu yang nangis?”

jeno peluk kepala jaemin lembut menenggelamkan wajah kekasih tampannya itu ke lehernya, sambil mengelus kepala belakang kekasih sakitnya dengan halus.

“o-orang sakit nggak boleh ngomong. bobo!”

“aku nggak apa-apa.. cuma kurang tidㅡ”

“nina bobo.. ooo nina bobo.. kalau tidak bobo aku gigit kamuuu.”

jaemin hanya tersenyum singkat, badannya lemas, kepalanya pusing dan tenggorokannya sakit sehingga dia tidak bisa bereaksi banyak. sejujurnya beberapa menit sebelum mengirimkan pesan singkat itu, jaemin ragu-ragu, apakah dirinya harus lapor kepada sang kekasih, karena jaemin tidak ingin jeno khawatir.

terlebih jaemin hafal betul, jeno tidak suka ketika orang tersayangnya sakit, kekasih manisnya itu pasti akan menangis.

namun karena stok obat-obatannya habis dan dia rindu manisnya, akhirnya jaemin memutuskan untuk memberitahu jeno. karena jika jeno tau faktanya ketika kondisinya semakin memburuk, kekasihnya pasti akan menyalahkan diri sendiri dan berakhir menangis berjam-jam..

jaemin memeluk erat jeno dan menempelkan hidungnya pada leher kekasihnya yang wangi, memposisikan diri dengan nyaman untuk mencoba tidur walau kepalanya tidak bisa diajak kompromi dan jeno dengan suara lembutnya menggumamkan lagu nina bobo sambil mengelus punggung jaemin memberikan kenyamanan.

“aku sayang jeno..”

“jeno sayang banyak banyak sama jaemin, bobo ya sayang.. nggak boleh sakit, aku sedih.. aku peluk sampai pagi pokoknya. cepet sembuh, ganteng..”