My Youth – Minmark
mungkin dunia sedang tersenyum puas bahkan tertawa sarkas atau sadis, ketika melihat dua insan saling menatap melalui lensa kamera penuh miris.
berlagak kuat tegak ketika hati saling tergelak sebab rindu tak terelak, mereka bertemu lagi..
cerita yang belum usai, hati yang saling menyiksai sebab cinta belum sepenuhnya buai, rindu membelenggu..
dua.. hampir tiga tahun tidak lagi saling sapa ditemukan oleh lelucon penuh jenaka yang disebut takdir. menangis pun sulit apalagi tertawa. kadang terheran dengan cara kerja dunia, mereka sudah berusaha menjadi umat taat tanpa iman, namun seakan cobaan dan cercaan adalah jalan.
kalau dunia mau baik barang sedetik, mungkin jaemin sudah melempar sembarang kamera puluh jutanya untuk kemudian mencium rindu sang terkasih atau bahkan mark akan menangis tersedu mengadu rindu dan mereka akan menghabiskan malam syahdu. tapi itu kalau dunia baik barang sedetik.
namun nyatanya setelah seseorang berteriak “cut!” dan lensa berkilo-kilo diambil paksa jaemin kehilangan kesempatan untuk memandang sang ia.
tidak layak, tidak boleh, tidak lagi.
mark membungkuk tanda terima kasih telah bekerja dengan baik juga waras, karena sampai dunia benar-benar akan berakhir pun, mereka tidak akan pernah lagi memiliki kesempatan untuk satu.